Archive for Mei, 2011


Pandang laut

Memandang laut seperti ini, aku selalu suka. Tak butuh kata karena. Tak butuh kata mengapa. Hanya cukup melibatkan hati dan ia dibuat tentram karenanya. Mungkin, jikapun nanti ada alasan, itu tidak akan cukup merangkum semua rasa yang bergelora di sana, di sebuah ruang yang dalamnya bersiliweran nama-nama, angka-angka, atau berbagai rupa rasa yang datang dan pergi, sepanjang hari.

Aku hanya butuh diam, kesendirian, dan dialog lirih dari mulut sendiri. Itu saja cukup. Keindahannya lebih meresap dan merayap.

Memandang laut seperti ini, aku selalu suka. Diiringi liukan dan tarian camar, ombak yang berdebar, horizon yang biru dan menyatu. Kadang, perahu nelayan melintas, dengan wajah berbinar, banyak tangkapan yang tertampung di lambung kapal hari ini. Atau sesekali kapal beratus penumpang itu tiba. Membawa wajah, nama-nama, ke berbagai tujuan dan alamat di kota ini, atau hanya istirah dan transit sesaat saja.

Memandang laut seperti ini, aku selalu suka.

Sama sukanya seperti melihat tarian hujan dari balik jendela. Meski akhir-akhir ini aku resah sendiri, karena hujan sudah mulai tak akrab pada diri. Setidaknya, meski aku masih merinduinya hadir di ubun-ubun kota, ia telah membuat sebagian hati mengambang dalam sengsara. Aku benci jika harus tersenyum di atas derita orang-orang. Rumah tenggelam, kota tergenang. Dan, aku harus lari dulu dari hujan di balik jendela. Yang diam-diam menyisakan perih yang kian lama kian nganga, dan aku mulai dihinggapi rasa tak suka.

Memandang laut seperti ini, aku selalu suka.

Awan kecil berkejaran di ujung cakrawala. Kadang melintas membuat sketsa wajah, kadang terdiam menimba warna. Aku masih diam. Memandang dan terpana.

Aku diam di jenak ini. Mengenangkan betapa telah lelah semua kisah itu terangkai indah. Aku, yang tak pernah bisa menjadi obor dalam gelap jalanmu, yang selalu merasa tak punya arti di hadapanmu, yang keberadaannya hanya sebagai pelengkap hidup saja, seperti tombol-tombol tanpa nama yang dipakai kapan suka.

Aku, yang selalu merasa tak pantas ada di sampingmu, yang akhirnya berbunga dan diam-diam mekar tanpa menunggu alasan. Tetapi, untuk menjadi kunang-kunang kecil yang kedipnya sekejap itu, aku telah rela, dan aku harus membayar mahal semuanya.

Ada sesuatu yang telah berubah dari diri, ada yang terbawa lari. Aku, yang selalu mengagumimu diam-diam dalam diam, harus rela membiarkan seluruh ruang ditempati nama dan sktesa rupa. Kamu. Yang kini mulai melangkah, dengan linangan air mata, dan aku tak kuasa mencegahnya.

Entah harus kujelaskan apa lagi padamu. Aku siap merapalkan seluruh doa untuk bisa kembali meraihmu, mencegahmu pergi, atau sekedar bertanya, tak bisakah kau menunggu lebih lama untuk sekedar melukis awan di langit sana?

Ada banyak cerita yang ingin kubagi, kudeteksi, kubincangkan lebih dalam denganmu. Tak bisakah kau diam dulu dan kembali duduk di sampingku, bercerita dan saling menimpali?

‘tuk semua yang terlambat kulakukan

‘tuk semua yang tak sanggup ku janjikan

‘tuk semua…

Pahamilah bahwa aku tak pernah ingin semua ini terjadi. Lepas dan lerai menjadi derai. Kelu itu begitu mengganggu, hingga ku tak pernah bisa menjanjikan seputik janji pun padamu. Menyaksikan punggungmu berlalu, melihat gontainya langkahmu, seandainya ku bisa, aku akan menarikmu kembali ke pelukku… kumohon. Aku tak sanggup lagi berbohong padamu. Tapi kenapa aku tak bisa? Aku tak pernah bisa, kau tahu? Aku tak punya keberanian melakukannya.

Demi Tuhan. Aku tak ingin menghalangi langkahmu. Aku selalu menginginkan yang terbaik untukmu. Itulah sebabnya aku tak pernah bisa menjanjikan apapun padamu. Aku takut itu tak pernah bisa menjadi yang terbaik bagimu. Tidakkah kau tahu?

ke semua yang tak sempat ku ungkapkan

ke semua yang tak tepat ku katakan

tak usai ku jalani

tak ingin ku ingkari…

dan semua…

Harus kukatakan akhirnya, padamu, meski lirih di balik punggungmu: aku mencintaimu. Cinta yang tak lekang oleh waktu, yang jikapun tak bersatu, biarkan ia tumbuh di tempat yang seharusnya. Di tempat dimana aku bisa berkata, aku suka… suka… sukaaa kamu, melebihi yang kamu tahu…

Biarlah begitu. Kau tak perlu tahu.

***

Memandang laut seperti ini, aku selalu suka. Mengenangkan jejak-jejak langkah yang terdiam dan pergi dan harus kurelakan tanpa sakit hati. Mungkin, ini tentang memaafkan. Mungkin, ini tentang menerima kenyataan. Dan pasti lebih berarti di hati jika hari diisi tanpa harus mengharap lagi.

Memandang laut seperti ini, aku selalu suka. Mencoba suka untuk mengatakan bahwa semua memang sudah terlambat. Atau, jika pun belum, masihkah ada kata-kata untuk merangkainya kelak?

Memandang laut seperti ini, aku selalu suka. Ada cerita berlari di cakrawala, bersambung dan berirama. Kelak, aku akan katakan pada diri, takkan ada lagi yang terlambat. Untuk hati, untuk sebuah kata bernama KITA, yang takkan lagi terlambat tercipta. Meski itu bukan dengan sosok yang sama.

Semoga…

Di sekitar kita terdapat banyak misteri yang menyangkut tubuh kita. Misalnya, kenapa ya kita ikut menguap ketika teman menguap? Atau, mengapa kita bisa merinding? Selama ini kita menerimanya saja, karena menganggap hal ini adalah banyak hal yang diciptakan Tuhan untuk kita. Ternyata, semua ini ada penjelasan ilmiahnya. Anda ingin tahu? Simak jawabannya berikut ini.

Mengapa kita cegukan?
Kelebihan makan, alkohol, rasa senang, atau stres, dapat menstimulasi saraf phrenic, yang mengontrol diafragma (lapisan otot yang mengontrol pernafasan). Diafragma ini lalu berkontraksi. Pada waktu yang sama, glotis (bagian dari pangkal tenggorokan dimana terdapat pita suara) menutup sehingga menutupi jalannya udara, demikian menurut Patricia Raymond, M.D., gastroenterologist di Chesapeake, Virginia. Saat itulah terjadi cegukan setiap beberapa detik. Cegukan yang normal terjadi beberapa menit saja, namun dalam kasus lain juga lebih lama. Cara mengatasinya antara lain dengan menahan napas sambil menelan ludah, atau bernafas di dalam kantong kertas.

Mengapa beberapa orang memiliki gigi yang sangat putih?
Seperti juga warna mata dan rambut, warna alami dari gigi diwariskan dari orangtua. “Beberapa orang memiliki enamel -lapisan tipis pada permukaan gigi- yang sangat putih, sementara enamel orang lain memiliki warna yang lebih kuning,” ujar Richard Price, juru bicara American Dental Association. Mengonsumsi obat-obatan antibiotik seperti tetracycline atau amoxicillin sewaktu kecil juga mempengaruhi proses pengapuran yang menyebabkan perusakan warna. Beberapa jenis makanan tertentu juga menggelapkan gigi. Kopi, teh, cola, dan red wine adalah beberapa di antaranya. Jika hal ini yang terjadi, Anda harus menggunakan produk pemutih gigi atau menjalani perawatan tertentu.

Mengapa menguap itu menular?
Sebuah studi yang dipublikasikan dalam edisi terakhir jurnal Cognitive Brain Research menyatakan bahwa jika Anda menguap karena ketularan orang yang ada di dekat Anda sebenarnya merupakan bentuk empati Anda padanya. Hal ini sama dengan jika Anda tertawa, dan teman Anda ikut tertawa. “Menguap tidak hanya dipicu karena melihat seseorang menguap, tetapi juga karena mendengar, membaca, atau bahkan hanya karena berpikir tentang menguap,” kata Steven Platek, Ph.D., profesor psikologi di Drexel University, Philadelphia, yang memimpin studi tersebut. Platek dan timnya meyakini bahwa ketularan menguap merupakan cara primitif dalam mengekspresikan perasaan orang lain terhadap diri kita.

Mengapa kepala kita pusing ketika meminum es?
Pusing terjadi ketika saraf pada langit-langit mulut distimulasi secara besar-besaran oleh makanan atau minuman dingin. Saraf-sarafnya memang ada pada mulut, namun pusat saraf ada di otak, sehingga di situlah Anda merasa ngilu. Lalu mengapa orang merasakan sakit di satu tempat, padahal stimulusnya di tempat lain? Seymour Diamond, M.D., executive chairperson dari National Headache Foundation, mengatakan, “Makan atau menyesap minuman dengan lambat tampaknya mengurangi efek dingin. Begitu mulai pusing, cara tercepat untuk menghilangkannya adalah minum sesuatu yang hangat.”

Apakah wortel memang baik untuk mata?
Menurut Michael F. Marmor, seorang profesor ophthalmology di Stanford University School of Medicine, wortel dan semua makanan yang mengandung vitamin A memang baik untuk mata. Misalnya sayuran berwarna merah, kuning, oranye, dan hijau, termasuk ketela, mangga, dan pepaya, serta telur dan liver. Tubuh menggunakan vitamin A untuk mendukung sel saraf di dalam retina yang membantu memelihara penglihatan yang normal. Orang yang kekurangan vitamin A umumnya mengalami problem penglihatan, seperti rabun senja.

Mengapa ada kotoran di dalam telinga?
Membersihkan telinga dilakukan untuk mencegah benda asing masuk ke dalam saluran telinga. Kotoran telinga diproduksi oleh kelenjar-kelenjar di telinga bagian luar untuk melindungi telinga bagian dalam dari infeksi. Substansi yang lengket ini justru mencegah debu, kotoran, atau serangga masuk ke dalam telinga. Telinga dapat membersihkan diri sendiri. Kotoran itu akan bergerak perlahan ke atas dan keluar dari telinga, mengering, lalu rontok, atau tercuci ketika Anda keramas. Jika Anda mandi, bersihkan saja bagian luar telinga. “Saluran telinga itu seperti jalan buntu,” kata Andrew Cheng, M.D., seorang spesialis THT di Manhattan Eye, Ear and Throat Hospital. “Membersihkan kotoran dengan cotton bud hanya membuat kotoran lebih masuk ke dalam.” Anda juga bisa menggores saluran telinga, atau membocorkan gendang telinga.

Mengapa kita bisa merinding?
Merinding terjadi saat kita kedinginan, atau ketakutan. Ketika kita kedinginan, otot-otot di sekitar pori-pori berkontraksi, menyebabkan bulu tangan berdiri untuk menciptakan lapisan pengasingan, demikian menurut Richard Potts, Ph.D., anthropolog dan direktur Human Origins Program di Smithsonian Institution’s National Museum of Natural History, Washington, D.C. Semua mamalia juga mengalami hal ini. Namun, “Manusia tidak memiliki cukup banyak bulu tubuh untuk merespons; hal itu merupakan sesuatu yang tertinggal saat kita mengenakan mantel yang berbulu,” paparnya. Potts dan timnya berteori, bahwa berabad-abad yang lalu, ketika rambut pada nenek moyang kita cukup banyak, mereka tampak jauh lebih menakutkan. “Binatang buas pun akan mundur untuk mencari mangsa yang tidak begitu menakutkan,” lanjutnya.

Mengapa remaja senang bangun siang?
Hal ini bukan disebabkan mereka malas. Saat masih kecil, melatonin -hormon yang mengatur siklus tidur-bangun- dikeluarkan kelenjar pada sore hari. Memasuki masa puber (dari usia 10-14 tahun), hormon melatonin dilepaskan lebih lambat, sekitar pukul 21.00-22.00. “Shift ini sering membuat remaja tidak mampu tertidur sebelum pukul 23.00,” ujar pakar tidur remaja, Mary A. Carskadon, Ph.D., yang juga direktur Bradley Hospital Sleep and Chronobiology Research Laboratory, di Providence. “Karena remaja masih butuh tidur sembilan jam atau lebih, mereka berusaha ‘membayar’ waktu tidur yang terbuang malam sebelumnya dengan tidur sampai siang.”

Mengapa tangan dan kaki kita sering dingin?
“Saraf-saraf yang mengontrol aliran darah ke tangan dan kaki lebih sensitif pada wanita daripada pria,” jelas Mark Eskandari, M.D., ahli bedah vaskuler di Northwestern Memorial Hospital, Chicago. “Jadi begitu suhu turun, pembuluh darah mengkerut, membuat aliran darah lebih pelan.” Wanita juga memiliki tekanan darah lebih rendah daripada pria. Ketika Anda kedinginan atau stres, dan tekanan darah menurun, darah diarahkan ke jantung, menjauh dari tangan dan kaki.

Mengapa sendi bisa retak?
Ketika Anda meregangkan sendi dengan, misalnya, menekan-nekan ruas jari atau memutar tulang belakang Anda sehingga terdengar suara gemeretak, Anda dapat menyebabkan gelembung udara yang terbentuk antara kantong di dalam sendi meletus. Kantong-kantong ini membantu bantalan udara di antara tulang dan menjaganya tetap licin. Retaknya sendi sebenarnya tidak terlalu membahayakan. “Menggeretakkan jari, engkel, lutut, atau sendi-sendi lain tidak menyebabkan arthritis, namun juga bukan kebiasaan yang baik. Rasa enak yang didapatkan orang saat menggeretakkan badan sangat psikologis sifatnya,” kata James Applegate, seorang dokter keluarga di Grand Rapids, Michigan.

Isi Hati Ini

Seandainya kau tau
Ku tak ingin kau pergi
Meninggalkan ku sendiri bersama bayangmu

Memang kita telah jauh rasanya
Memang kita sudah tak bersama
Jika memang kita ditakdirkan tuk bersama selamanya
Cinta takkan kemana..

Lelahmu jadi lelahku juga
Bahagiamu.. bahagiaku pasti
Berbagi, takdir kita selalu
Kecuali tiap kau jatuh hati

Andai engkau ada disini
Ku kan slalu menjaga dan mencintaimu
Andai kau tercipta untukku
Kan kurangkai kisah terindah hanya untukmu
I Love U..

Satu yang kuminta yakini dirimu
Hati ini untukmu
Semua yang kulakukan untukmu
Lebih dari sebuah kata cinta untukmu

Sepi

Sepi..
Aku hanya berteman sepi
Menikmati indah bayangmu disini
Sendiri..
Ku terperangkap seorang diri
Menyusuri langkah kaki
Hilang..
Semua kan hilang dan takkan kembali lagi

Kemanakah kan kucari ketenangan hati

Ketika kau beranjak pergi

Karna hingga saat ini kau belum juga kembali

Kemanakah ku temukan jatidiri

Ketika semua penantian ku tiada berarti.. ♥

hati yang berbicara

Disaat kamu membutuhkan, aku selalu disisimu

namun disaat aku membutuhkan, kamu tak ada

kini ku sadar bahwa kau hanya memanfaatkanku

membuat perasaan ini menjadi sakit yang dalam

dan saat itu kamu mengkhianati ku

dengan rasa yang tak bersalah

kau tinggalkan aku sendiri

dan melupakan aku

tapi mengapa kau tak menyadari ini

membuat aku semakin terpuruk

didalam kesunyian hati

dan kucoba tuk menerangi hati ini

berbagai cara ku telah lakukan

namu sedikit demi sedikit

aku bisa melupakanmu walau berat

AKU tak mau melihatmu

aku muak dengan sifat ke egoisanmu

pengkhiatanmu membuat aku sedih

hati ini sudah terluka karenamu

dan takkan pernah aku mema’afkan kamu

jika aku sakit jangan pernah tengok aku

jika aku senang jangan pernah kamu datang dihadapan aku

aku ingin kau merasakan kepedihan yang aku alami selama ini

aku ingin kau pergi dari hidupku

kamu bilang padaku tak boleh

tapi ternyata kamu melakukannya

kamu tak merasakan apa yang kurasa

dan untuk kau yang telah mengambilnya

sang munafik muncul dengan ke egoisannya

menghina dan mempermalukanku

jika saja kau buka teman

sudah binasalah kau dari hadapanku

namun kuingat dengan dia

yang pernah singgah di hatiku

aku merasa dikhianati oleh kamu

disini aku menahan rasa yang amat pedih

dihati ini kucoba tuk melupakanmu

Wajahmu menggambarkan pemandangan dimalam hari,,

dengan sinar bintang terlihat dimatamu,,

tatapan matamu membuatku melayang,,

senyumanmu begitu indah,,

membuat aku bahagia denganmu,,

wajahmu membuat aku rindu denganmu setiap hari,,

ketika aku senang ataupun sedih..

Letih

Letih.. Kuberdiri dibawah terik matahari

semenjak engkau melangkah menjauh pergi

hingga hati ini mulai rapuh

masih… tak kutemui engkau kembali

Letih… Hanya saja raga ini belumlah mati

hingga jiwa terus saja meminta tuk menunggumu

disini kuterus menanti dengan hati yang rapuh

sampai larut penantian menjadi bagian dari takdir

Disini… Diatas pusara,,

kusiapkan segenggam do’a,,

untuk kakek yang pernah berjuang

merebut kemerdekaan,,

dengan tumpahan darah dan air mata,,

dengan tangan yang tak pernah menerima balas jasa,,

Tapi…..

sekarang engkau telah tiada,,

meninggalkan semua yang membutuhkan engkau,,

semoga engkau bahagia dialam sana,,

sekarang kami telah menikmati perjuangnmu,,

terima kasih kakek..