Category: Umum


Suri Tauladan yang Baik

Rasulullah adalah suri Tauladan kita semua. Sudah sepatutnya kita untuk mencontoh sifat-sifat yang dimiliki Rasulullah.

• Kalau ada pakaian yang koyak, Rasulullah menambalnya sendiri tanpa perlu menyuruh isterinya. Beliau juga memerah susu kambing untuk keperluan keluarga maupun untuk dijual. Setiap kali pulang ke rumah, bila dilihat tiada makanan yang sudah siap di masak untuk dimakan, sambil tersenyum baginda menyingsing lengan bajunya untuk membantu isterinya di dapur.

• Sayidatina ‘Aisyah menceritakan: ”Kalau Nabi berada di rumah, beliau selalu membantu urusan rumahtangga. Jika mendengar azan, beliau cepat-cepat berangkat ke masjid, dan cepat-cepat pulang kembali sesudah selesai sembahyang.”

• Pernah baginda pulang pada waktu pagi. Tentulah baginda amat lapar waktu itu. Tetapi dilihatnya tiada apa pun yang ada untuk sarapan. Yang mentah pun tidak ada karena Sayidatina ‘Aisyah belum ke pasar. Maka Nabi bertanya, “Belum ada sarapan ya Khumaira?” (Khumaira adalah panggilan mesra untuk Sayidatina ‘Aisyah yang berarti ‘Wahai yang kemerah-merahan’) Aisyah menjawab dengan agak serba salah, “Belum ada apa-apa wahai Rasulullah.” Rasulullah lantas berkata, ”Kalau begitu aku puasa saja hari ini.” tanpa sedikit tergambar rasa kesal di wajahnya.

• Pernah baginda bersabda, “sebaik-baik lelaki adalah yang paling baik dan lemah lembut terhadap isterinya.” Prihatin, sabar dan tawadhuknya baginda sebagai kepala keluarga.

• Pada suatu ketika baginda menjadi imam solat.Dilihat oleh para sahabat, pergerakan baginda antara satu rukun ke satu rukun yang lain amat sukar sekali. Dan mereka mendengar bunyi menggerutup seolah-olah sendi-sendi pada tubuh baginda yang mulia itu bergeser antara satu sama lain. Sayidina Umar yang tidak tahan melihat keadaan baginda itu langsung bertanya setelah selesai bersembahyang : “Ya Rasulullah, kami melihat seolah-olah tuan menanggung penderitaan yang amat berat, tuan sakitkah ya Rasulullah?” “Tidak, ya Umar. Alhamdulillah, aku sehat dan segar” “Ya Rasulullah… mengapa setiap kali tuan menggerakkan tubuh, kami mendengar seolah-olah sendi bergesekan di tubuh tuan? Kami yakin engkau sedang sakit…” desak Umar penuh cemas. Akhirnya Rasulullah mengangkat jubahnya. Para sahabat amat terkejut. Perut baginda yang kempis, kelihatan dililiti sehelai kain yang berisi batu kerikil, buat menahan rasa lapar. Batu-batu kecil itulah yang menimbulkan bunyi-bunyi halus setiap kali bergeraknya tubuh baginda. “Ya Rasulullah! Adakah bila tuan menyatakan lapar dan tidak punya makanan, kami tidak akan mendapatkannya buat tuan?” Lalu baginda menjawab dengan lembut, ”Tidak para sahabatku. Aku tahu, apa pun akan engkau korbankan demi Rasulmu. Tetapi apakah akan aku jawab di hadapan ALLAH nanti, apabila aku sebagai pemimpin, menjadi beban kepada umatnya?” “Biarlah kelaparan ini sebagai hadiah ALLAH buatku, agar umatku kelak tidak ada yang kelaparan di dunia ini lebih-lebih lagi tiada yang kelaparan di Akhirat kelak.”

• Kecintaannya yang tinggi terhadap ALLAH swt dan rasa kehambaan dalam diri Rasulullah saw menolak sama sekali rasa ketuanan. Seolah-olah anugerah kemuliaan dari ALLAH tidak dijadikan sebab untuk merasa lebih dari yang lain, ketika di depan umum maupun dalam keseorangan. Ketika pintu Syurga telah terbuka, seluas-luasnya untuk baginda, baginda masih berdiri di waktu-waktu sepi malam hari, terus-menerus beribadah, hingga pernah baginda terjatuh, lantaran kakinya sudah bengkak-bengkak. Fisiknya sudah tidak mampu menanggung kemauan jiwanya yang tinggi.

• Bila ditanya oleh Sayidatina ‘Aisyah, “Ya Rasulullah, bukankah engkau telah dijamin Syurga? Mengapa engkau masih bersusah payah begini?” Jawab baginda dengan lunak, “Ya ‘Aisyah, bukankah aku ini hanyalah seorang hamba? Sesungguhnya aku ingin menjadi hamba-Nya yang bersyukur.”

Iklan

Pandang laut

Memandang laut seperti ini, aku selalu suka. Tak butuh kata karena. Tak butuh kata mengapa. Hanya cukup melibatkan hati dan ia dibuat tentram karenanya. Mungkin, jikapun nanti ada alasan, itu tidak akan cukup merangkum semua rasa yang bergelora di sana, di sebuah ruang yang dalamnya bersiliweran nama-nama, angka-angka, atau berbagai rupa rasa yang datang dan pergi, sepanjang hari.

Aku hanya butuh diam, kesendirian, dan dialog lirih dari mulut sendiri. Itu saja cukup. Keindahannya lebih meresap dan merayap.

Memandang laut seperti ini, aku selalu suka. Diiringi liukan dan tarian camar, ombak yang berdebar, horizon yang biru dan menyatu. Kadang, perahu nelayan melintas, dengan wajah berbinar, banyak tangkapan yang tertampung di lambung kapal hari ini. Atau sesekali kapal beratus penumpang itu tiba. Membawa wajah, nama-nama, ke berbagai tujuan dan alamat di kota ini, atau hanya istirah dan transit sesaat saja.

Memandang laut seperti ini, aku selalu suka.

Sama sukanya seperti melihat tarian hujan dari balik jendela. Meski akhir-akhir ini aku resah sendiri, karena hujan sudah mulai tak akrab pada diri. Setidaknya, meski aku masih merinduinya hadir di ubun-ubun kota, ia telah membuat sebagian hati mengambang dalam sengsara. Aku benci jika harus tersenyum di atas derita orang-orang. Rumah tenggelam, kota tergenang. Dan, aku harus lari dulu dari hujan di balik jendela. Yang diam-diam menyisakan perih yang kian lama kian nganga, dan aku mulai dihinggapi rasa tak suka.

Memandang laut seperti ini, aku selalu suka.

Awan kecil berkejaran di ujung cakrawala. Kadang melintas membuat sketsa wajah, kadang terdiam menimba warna. Aku masih diam. Memandang dan terpana.

Aku diam di jenak ini. Mengenangkan betapa telah lelah semua kisah itu terangkai indah. Aku, yang tak pernah bisa menjadi obor dalam gelap jalanmu, yang selalu merasa tak punya arti di hadapanmu, yang keberadaannya hanya sebagai pelengkap hidup saja, seperti tombol-tombol tanpa nama yang dipakai kapan suka.

Aku, yang selalu merasa tak pantas ada di sampingmu, yang akhirnya berbunga dan diam-diam mekar tanpa menunggu alasan. Tetapi, untuk menjadi kunang-kunang kecil yang kedipnya sekejap itu, aku telah rela, dan aku harus membayar mahal semuanya.

Ada sesuatu yang telah berubah dari diri, ada yang terbawa lari. Aku, yang selalu mengagumimu diam-diam dalam diam, harus rela membiarkan seluruh ruang ditempati nama dan sktesa rupa. Kamu. Yang kini mulai melangkah, dengan linangan air mata, dan aku tak kuasa mencegahnya.

Entah harus kujelaskan apa lagi padamu. Aku siap merapalkan seluruh doa untuk bisa kembali meraihmu, mencegahmu pergi, atau sekedar bertanya, tak bisakah kau menunggu lebih lama untuk sekedar melukis awan di langit sana?

Ada banyak cerita yang ingin kubagi, kudeteksi, kubincangkan lebih dalam denganmu. Tak bisakah kau diam dulu dan kembali duduk di sampingku, bercerita dan saling menimpali?

‘tuk semua yang terlambat kulakukan

‘tuk semua yang tak sanggup ku janjikan

‘tuk semua…

Pahamilah bahwa aku tak pernah ingin semua ini terjadi. Lepas dan lerai menjadi derai. Kelu itu begitu mengganggu, hingga ku tak pernah bisa menjanjikan seputik janji pun padamu. Menyaksikan punggungmu berlalu, melihat gontainya langkahmu, seandainya ku bisa, aku akan menarikmu kembali ke pelukku… kumohon. Aku tak sanggup lagi berbohong padamu. Tapi kenapa aku tak bisa? Aku tak pernah bisa, kau tahu? Aku tak punya keberanian melakukannya.

Demi Tuhan. Aku tak ingin menghalangi langkahmu. Aku selalu menginginkan yang terbaik untukmu. Itulah sebabnya aku tak pernah bisa menjanjikan apapun padamu. Aku takut itu tak pernah bisa menjadi yang terbaik bagimu. Tidakkah kau tahu?

ke semua yang tak sempat ku ungkapkan

ke semua yang tak tepat ku katakan

tak usai ku jalani

tak ingin ku ingkari…

dan semua…

Harus kukatakan akhirnya, padamu, meski lirih di balik punggungmu: aku mencintaimu. Cinta yang tak lekang oleh waktu, yang jikapun tak bersatu, biarkan ia tumbuh di tempat yang seharusnya. Di tempat dimana aku bisa berkata, aku suka… suka… sukaaa kamu, melebihi yang kamu tahu…

Biarlah begitu. Kau tak perlu tahu.

***

Memandang laut seperti ini, aku selalu suka. Mengenangkan jejak-jejak langkah yang terdiam dan pergi dan harus kurelakan tanpa sakit hati. Mungkin, ini tentang memaafkan. Mungkin, ini tentang menerima kenyataan. Dan pasti lebih berarti di hati jika hari diisi tanpa harus mengharap lagi.

Memandang laut seperti ini, aku selalu suka. Mencoba suka untuk mengatakan bahwa semua memang sudah terlambat. Atau, jika pun belum, masihkah ada kata-kata untuk merangkainya kelak?

Memandang laut seperti ini, aku selalu suka. Ada cerita berlari di cakrawala, bersambung dan berirama. Kelak, aku akan katakan pada diri, takkan ada lagi yang terlambat. Untuk hati, untuk sebuah kata bernama KITA, yang takkan lagi terlambat tercipta. Meski itu bukan dengan sosok yang sama.

Semoga…

Di sekitar kita terdapat banyak misteri yang menyangkut tubuh kita. Misalnya, kenapa ya kita ikut menguap ketika teman menguap? Atau, mengapa kita bisa merinding? Selama ini kita menerimanya saja, karena menganggap hal ini adalah banyak hal yang diciptakan Tuhan untuk kita. Ternyata, semua ini ada penjelasan ilmiahnya. Anda ingin tahu? Simak jawabannya berikut ini.

Mengapa kita cegukan?
Kelebihan makan, alkohol, rasa senang, atau stres, dapat menstimulasi saraf phrenic, yang mengontrol diafragma (lapisan otot yang mengontrol pernafasan). Diafragma ini lalu berkontraksi. Pada waktu yang sama, glotis (bagian dari pangkal tenggorokan dimana terdapat pita suara) menutup sehingga menutupi jalannya udara, demikian menurut Patricia Raymond, M.D., gastroenterologist di Chesapeake, Virginia. Saat itulah terjadi cegukan setiap beberapa detik. Cegukan yang normal terjadi beberapa menit saja, namun dalam kasus lain juga lebih lama. Cara mengatasinya antara lain dengan menahan napas sambil menelan ludah, atau bernafas di dalam kantong kertas.

Mengapa beberapa orang memiliki gigi yang sangat putih?
Seperti juga warna mata dan rambut, warna alami dari gigi diwariskan dari orangtua. “Beberapa orang memiliki enamel -lapisan tipis pada permukaan gigi- yang sangat putih, sementara enamel orang lain memiliki warna yang lebih kuning,” ujar Richard Price, juru bicara American Dental Association. Mengonsumsi obat-obatan antibiotik seperti tetracycline atau amoxicillin sewaktu kecil juga mempengaruhi proses pengapuran yang menyebabkan perusakan warna. Beberapa jenis makanan tertentu juga menggelapkan gigi. Kopi, teh, cola, dan red wine adalah beberapa di antaranya. Jika hal ini yang terjadi, Anda harus menggunakan produk pemutih gigi atau menjalani perawatan tertentu.

Mengapa menguap itu menular?
Sebuah studi yang dipublikasikan dalam edisi terakhir jurnal Cognitive Brain Research menyatakan bahwa jika Anda menguap karena ketularan orang yang ada di dekat Anda sebenarnya merupakan bentuk empati Anda padanya. Hal ini sama dengan jika Anda tertawa, dan teman Anda ikut tertawa. “Menguap tidak hanya dipicu karena melihat seseorang menguap, tetapi juga karena mendengar, membaca, atau bahkan hanya karena berpikir tentang menguap,” kata Steven Platek, Ph.D., profesor psikologi di Drexel University, Philadelphia, yang memimpin studi tersebut. Platek dan timnya meyakini bahwa ketularan menguap merupakan cara primitif dalam mengekspresikan perasaan orang lain terhadap diri kita.

Mengapa kepala kita pusing ketika meminum es?
Pusing terjadi ketika saraf pada langit-langit mulut distimulasi secara besar-besaran oleh makanan atau minuman dingin. Saraf-sarafnya memang ada pada mulut, namun pusat saraf ada di otak, sehingga di situlah Anda merasa ngilu. Lalu mengapa orang merasakan sakit di satu tempat, padahal stimulusnya di tempat lain? Seymour Diamond, M.D., executive chairperson dari National Headache Foundation, mengatakan, “Makan atau menyesap minuman dengan lambat tampaknya mengurangi efek dingin. Begitu mulai pusing, cara tercepat untuk menghilangkannya adalah minum sesuatu yang hangat.”

Apakah wortel memang baik untuk mata?
Menurut Michael F. Marmor, seorang profesor ophthalmology di Stanford University School of Medicine, wortel dan semua makanan yang mengandung vitamin A memang baik untuk mata. Misalnya sayuran berwarna merah, kuning, oranye, dan hijau, termasuk ketela, mangga, dan pepaya, serta telur dan liver. Tubuh menggunakan vitamin A untuk mendukung sel saraf di dalam retina yang membantu memelihara penglihatan yang normal. Orang yang kekurangan vitamin A umumnya mengalami problem penglihatan, seperti rabun senja.

Mengapa ada kotoran di dalam telinga?
Membersihkan telinga dilakukan untuk mencegah benda asing masuk ke dalam saluran telinga. Kotoran telinga diproduksi oleh kelenjar-kelenjar di telinga bagian luar untuk melindungi telinga bagian dalam dari infeksi. Substansi yang lengket ini justru mencegah debu, kotoran, atau serangga masuk ke dalam telinga. Telinga dapat membersihkan diri sendiri. Kotoran itu akan bergerak perlahan ke atas dan keluar dari telinga, mengering, lalu rontok, atau tercuci ketika Anda keramas. Jika Anda mandi, bersihkan saja bagian luar telinga. “Saluran telinga itu seperti jalan buntu,” kata Andrew Cheng, M.D., seorang spesialis THT di Manhattan Eye, Ear and Throat Hospital. “Membersihkan kotoran dengan cotton bud hanya membuat kotoran lebih masuk ke dalam.” Anda juga bisa menggores saluran telinga, atau membocorkan gendang telinga.

Mengapa kita bisa merinding?
Merinding terjadi saat kita kedinginan, atau ketakutan. Ketika kita kedinginan, otot-otot di sekitar pori-pori berkontraksi, menyebabkan bulu tangan berdiri untuk menciptakan lapisan pengasingan, demikian menurut Richard Potts, Ph.D., anthropolog dan direktur Human Origins Program di Smithsonian Institution’s National Museum of Natural History, Washington, D.C. Semua mamalia juga mengalami hal ini. Namun, “Manusia tidak memiliki cukup banyak bulu tubuh untuk merespons; hal itu merupakan sesuatu yang tertinggal saat kita mengenakan mantel yang berbulu,” paparnya. Potts dan timnya berteori, bahwa berabad-abad yang lalu, ketika rambut pada nenek moyang kita cukup banyak, mereka tampak jauh lebih menakutkan. “Binatang buas pun akan mundur untuk mencari mangsa yang tidak begitu menakutkan,” lanjutnya.

Mengapa remaja senang bangun siang?
Hal ini bukan disebabkan mereka malas. Saat masih kecil, melatonin -hormon yang mengatur siklus tidur-bangun- dikeluarkan kelenjar pada sore hari. Memasuki masa puber (dari usia 10-14 tahun), hormon melatonin dilepaskan lebih lambat, sekitar pukul 21.00-22.00. “Shift ini sering membuat remaja tidak mampu tertidur sebelum pukul 23.00,” ujar pakar tidur remaja, Mary A. Carskadon, Ph.D., yang juga direktur Bradley Hospital Sleep and Chronobiology Research Laboratory, di Providence. “Karena remaja masih butuh tidur sembilan jam atau lebih, mereka berusaha ‘membayar’ waktu tidur yang terbuang malam sebelumnya dengan tidur sampai siang.”

Mengapa tangan dan kaki kita sering dingin?
“Saraf-saraf yang mengontrol aliran darah ke tangan dan kaki lebih sensitif pada wanita daripada pria,” jelas Mark Eskandari, M.D., ahli bedah vaskuler di Northwestern Memorial Hospital, Chicago. “Jadi begitu suhu turun, pembuluh darah mengkerut, membuat aliran darah lebih pelan.” Wanita juga memiliki tekanan darah lebih rendah daripada pria. Ketika Anda kedinginan atau stres, dan tekanan darah menurun, darah diarahkan ke jantung, menjauh dari tangan dan kaki.

Mengapa sendi bisa retak?
Ketika Anda meregangkan sendi dengan, misalnya, menekan-nekan ruas jari atau memutar tulang belakang Anda sehingga terdengar suara gemeretak, Anda dapat menyebabkan gelembung udara yang terbentuk antara kantong di dalam sendi meletus. Kantong-kantong ini membantu bantalan udara di antara tulang dan menjaganya tetap licin. Retaknya sendi sebenarnya tidak terlalu membahayakan. “Menggeretakkan jari, engkel, lutut, atau sendi-sendi lain tidak menyebabkan arthritis, namun juga bukan kebiasaan yang baik. Rasa enak yang didapatkan orang saat menggeretakkan badan sangat psikologis sifatnya,” kata James Applegate, seorang dokter keluarga di Grand Rapids, Michigan.

7 kebiasaan jomblo yg tidak efektif

SATU : NEGATIF THINKING

Misalnya, kalau pas lagi jalan sendiri, lalu ada yang tanya (teman kerja atau teman sekampus lain jurusan), “Koq sendiri ? ” Langsung deh reaksinya seperti ini : “Sudah tahu sendiri, pakai tanya-tanya. Mentang-mentang gua jomblo.” Atau, suatu kali ngelihat ada orang lain yang ngelihatin : “Kenapa sih lihat-lihat ?! Aneh ya, karena gua jomblo.” Padahal, “Koq sendiri ?” itu kan pertanyaan standar orang yang pengen tanya tapi nggak tahu mau tanya apa. Just basa-basi.
Nggak ada maksud apa-apa. Malah kalau tanyanya “Koq berdua ?” atau “Sama siapa ?” jadi aneh bin konyol. Lha, sudah jelas sendiri pakai tanya “Koq berdua ?” atau “Sama siapa ?” segala.

Begitulah orang kalau sudah dikuasai pikiran negatif. Segala sesuatu disikapi secara negatif. Ibarat orang pakai kacamata hitam. Semua yang dilihatnya serba hitam. Lalu bagaimana dong mengatasinya ? Tidak ada cara lain, ganti kacamatanya dengan kacamata yang lebih terang. Jangan salahkan obyek yang dilihat.

DUA : CITRA DIRI YANG NEGATIF

“Siapalah saya ini. Tampang pas-pasan. Nggak bisa apa-apa pula. Otak belet, lha nilai kuliah saja hampir tidak pernah bergeser dari C. Dapet B tuh untung. A, wah ajaib benar anugerah-Mu deh. Mana ada yang mau sama saya. Seandainya saya jadi orang lain pun, nggak bakalan koq saya mau punya pacar kayak diri saya begini.” Padahal gambaran kita tentang diri kita sendiri akan sangat berpengaruh terhadap pikiran, perasaan dan sikap hidup kita. Ibarat makanan bagi tubuh kita, citra diri akan sangat menentukan; apakah kita akan menjadi pribadi yang optimistis, percaya diri, punya semangat hidup. Atau sebaliknya, menjadi pribadi yang pesimistis, rendah diri, loyo alias nggak punya semangat hidup.

TIGA: RUMPUT TETANGGA KELIHATAN LEBIH HIJAU

“Duh, enak nian punya pacar kayak die. Kemana-mana ada yang nemenin. Ada yang perhatiin and diperhatiin. Ada shoulder to cry on. Malam minggu nggak cengo sendiri di rumah. Lonely. Bisa ngerasain dag dig dug serrr tiap nunggu doi. Kapan pun dan dimana pun ada yan g selalu bisa di-call. Pokoknya asyik deh.” Jadi nganggepnya hidup orang lain tuh lebih enak, lebih baik, lebih nikmat, lebih segalanya. Lalu kita berandai-andai ; seandainya hidup kita kayak hidup die, dunia kita kayak dunia die. Seolah kita nih baru bahagia kalau kayak die. Kita
jadi kurang bersyukur dengan hidup kita sendiri. Padahal, mana ada sih orang yang hidupnya selalu senang. Siapa pun pastilah punya senang dan susahnya sendiri. Punya pacar pun nggak melulu enak koq. Kadang ada sebalnya. Kadang bisa bikin jengkel and stress juga.

So, jangan heran kalau yang sudah punya pacar pun bisa mikir begini : “Duh, enak nian ngejomblo. Bebase sebebas burung di udara. Asyike seasyik ikan di laut. Nikmate senikmat udang rebus Mang Engking, Yogyakarta– apalagi sambal terasinya itu loh, uihh uenakke pol deh.” (apa coba hubungannya ?! hehehe


EMPAT: BERSELUBUNG TOPENG

Nggak jujur dengan diri sendiri. Nggak apa adanya. Contoh 1 (gaya selebritis : kemayu, dengan sikap bertutur diatur) : “Aku emang belum mau pacaran koq. Suer. Masih ingin sendiri” ; yang sebenarnya : aku belum ketemu yang aku mau dia mau. Adanya aku mau die nggak mau, dia mau akunya nggak mau. Ada yang aku mau dia mau, eh dia maunya mau nabok sama aku”. Padahal apa salahnya bilang, “Aku bukannya nggak kepengen, tapi belum ketemu yang pas”. Kalau bilang : “belum mau pacaran, masih ingin sendiri” – dan besok atau lusa ternyata ketemu yang cocok. Nah, luh baru nyaho.

Contoh 2 (gaya politisi : kemaki, dengan sikap bertutur nggak teratur) : “Gue naksir die ?! Idihh, amit-amit. Sorry ya, dibayar goceng pun nggak bakalan gue ambil !” – Yang sebenarnya : aku sih okelah sama die, tapi dienya cuek banget. Benci deh aku (dengan gaya genit ala Pelawak Tessi). Padahal apa salahnya bilang, “Dienya cuek begitu, mana berani gue.” Titik. Kalau bilangnya: amit-amit, dibayar goceng pun gua gak bakalan ambil – dan ternyata die tuh ngesir sama kita, cuma karena die punya “kemaluan” gede (baca: pemalu) jadinya die pasang sikap cuek bebek. Sok cool. Nah, gimana coba kalau begitu ?! So, tanggalkan topeng itu. Apa adanya sajalah. Tapi ya, jangan vulgar, mengobral atau norak. Jujur dengan elegan gitulah.

LIMA : HANYUT TERBAWA PERASAAN

Nelangsa. Merasa kasihan pada diri sendiri. Seakan dengan ke-jomblo-an itu, dia menjadi orang yang paling malang di dunia. Makan jadi nggak enak (apalagi sayurnya sudah basi, kurang garam pula), tidur nggak nyenyak (AC mati nggak ada listrik, banyak nyamuk lagi). Nyanyinya pun lagu Chrisye : “Di malam yang sesunyi ini aku sendiri, tiada yang menemani…… srot, srot (nyedot ingus). Akhirnya kini kusadari dia telah pergi tinggalkan diriku….. pufz, pufz (buang
ingus pakai lengan baju). Nanini nananininani ninaneniii (bagian ini nggak hafal). Reff : Mengapa terjadi pada diriku, aku tak percaya kau telah tiada…. hiks, hiks (terisak). Haruskah ku pergi tinggalkan dunia….. hoahh, hoahh (nangis sejadi-jadinya).” Selanjutnya no comment deh. Bukan apa-apa, saya takut ikut-ikut sedih, ikut-ikut nangis, ikut-ikut sedot ingus. Malah repot. Lagian, orang yang lagi terhanyut oleh aneka rupa perasaan susah dan sedih sebetulnya kan nggak butuh kata-kata ; ia lebih butuh empati dan simpati.

ENAM: MEMAKSAKAN KEHENDAK

Cara halus : “Hi, cowok, godain kita dong !” (ekstrim: sambil melotot, satu tangan berkacak pinggang satu tangan lagi menggenggam batu siap ditimpukin). Atau, “Hi, cewek, kita godain ya !” (ekstrim: sambil memiting seorang nenek yang kebetulan lewat, dan menodongkan pistol ke keningnya). Cara kasar : “Apa pun yang terjadi gua harus dapetin doi ; biar gunung-gunung beranjak dan bukit- bukit bergoyang. Pokoknya harus dan kudu !” (ekstrim: bayar segerombolan preman untuk menculik doi, lalu dengan gaya kungfu Buce Li datang menyelamatkannya). Atau, “Saya nggak bisa hidup tanpa doi. Sudahlah, saya mau mati saja ! Mana tali, mana tali ! Saya mau gantung diri

Padahal segala sesuatu yang dipaksakan – apalagi soal jodoh – pasti akan lebih banyak buruknya daripada baiknya. Usaha tentunya nggak salah, punya keinginan mangga silahkan . Tapi iringilah itu dengan penyerahan diri kepada Sang Khalik: “Bukan hendakku yang jadi, melainkan kehendak-Mu!” Dengan berusaha dan berserah, hidup akan terasa lebih ringan. Tuhan tahu apa yang terbaik buat diri kita ! Percaya deh.

TUJUH : SIRIK

Orang Manado bilang mangiri. Alias iri dengki. Nggak senang ngelihat orang lain senang. Senangnya ngejelek-jelekin dan ngecil-ngecilin kebaikan orang lain. “Alaaa, dia sih piala bergilir. Lihat aja, bentar lagi juga dia akan pindah ke pelukan cowok laen. Gua sih amit-amit dapetin dia!” “Eh elu tahu nggak, dia itu kan bekas pacarnya teman sodara teman gue. Nah, kata teman gue, temen gue dari sodaranya, sodaranya dari temennya yang mantan dia itu, dia pernah terlibat narkoba tuh. Pernah digerebek polisi segala. Ortunya sampai jual rumahnya untuk bebasin dia dari penjara”. Padahal ke-sirik-an hanya akan membuat kita makin buruk di mata orang lain. Dan pasti di mata Tuhan juga. Nggak ada faedahnya.
So, para jomblo’ers, gimana dengan diri kalian ? Nggak usah malu ngaku kalo sikap kalian kayak diatas deh …. Asal ada niatan untuk merubah ke arah yang lebih baik, itu oke-2 aja. Karena bakal cowoq ato ceweq kalian nggak bakal ngeliat gimana sikap elu-2 orang yang dulu, tapi gimana elu bisa ngejalanin hubungan dengan doi saat ini hingga ke depan.

12 sifat dasar cowok

Mengejar cewek merupakan suatu sifat dasar cowok sebagai seorang pemburu. Tetapi kalau cewek tidak memberikan respon, bagaimana cowok tahu kalau si cewek senang atau tidak atas tindakannya? Begini kira2 respon cewek tsb:

Cowok telepon rutin ke cewek 2-3 kali sehari.
Respon cewek bila tertarik sama cowok : “Wah cowok ini boleh juga nich, perhatian sekali sama saya.”
Bila tidak tertarik : “Masa tiap hari nelpon saya terus, apa nggak ada kerjaan lain ?”

Cowok rajin datang ke rumah si cewek.
Respon cewek bila tertarik sama cowok : “Wah..dia bela-belain menyediakan waktunya untuk datang ke rumah saya, baik sekali itu cowok.”
Bila tidak tertarik : “Ngapain sih itu cowok datang ke rumah sering-sering, saya kan banyak kerjaan nih !”

Cowok rajin memberi perhatian.
Respon cewek bila tertarik sama cowok : “Merasa tersanjung nih, diberi perhatian secara terus menerus, cowok itu bener-bener baik banget.”
Bila tidak tertarik : “Seperti diinterogasi sama polisi, dia tanya-tanyain terus tiap hari, saya mau begini, mau begitu, ya urusan saya. Jangan ditanya macam-macam dong.”

Cowok rajin kirim mail.
Respon cewek bila tertarik sama cowok :”Tiap saya buka mail, pasti ada mail dari dia, jadi ingin buka mail terus setiap hari”
Bila tidak tertarik :”Wah..penuh-penuhin mailbox saya aja sih, capek ‘kan saya harus delete mail banyak-banyak.”

Cowok ngajak jalan bareng.
Respon cewek bila tertarik sama cowok : “Akhirnya dia berani ngajak saya jalan bareng, memang moment seperti ini yang saya tunggu-tunggu dari dulu”
Bila tidak tertarik : “Nggak deh…sorry aja…saya enggak mau sembarangan jalan sama orang.”

Cowok menawarkan bantuan.
Respon cewek bila tertarik sama cowok : “Wah..cowok itu bener-bener baik, mau-maunya bantuin saya yang lagi kesusahan.”
Bila tidak tertarik : “Sialan…dia kira saya nggak-bisa apa-apa ya..masa kerjaan begini aja….mau sok bantuin saya ! saya bisa ngerjain sendiri.”

Cowok kasih ucapan selamat ulang tahun.
Respon cewek bila tertarik sama cowok : ”Nggak nyangka saya, kalau dia ingat ulang tahun saya, jarang nih ada cowok yang peduli sama ulang tahunku.”
Bila tidak tertarik : ”Darimana sih dia tahu ulang tahun saya??..kesel banget nih saya..jadi inget sama umur saya yang makin tambah tua aja !!”

Cowok memberi hadiah ulang tahun.
Respon cewek bila tertarik sama cowok : ”Kadonya bagus sekali, kok mau ya repot-repot kasih kado ? hatiku jadi tersentuh.”
Bila tidak tertarik : ”Kado apaan sih ini, jadi menuh-menuhin kamar saya aja !! Lumayanlah buat saya jual atau saya kasih ke pembantu saya !”

Cowok tiba-tiba menghilang begitu saja dari si cewek.
Respon cewek bila tertarik sama cowok : “Wah kemana ya si cowok..saya kangen berat nih, ada apa ya ? Kenapa sih kok dia jadi menghilang begitu saja?”
Bila tidak tertarik : “Emang saya pikirin !“

Cowok tiba-tiba datang lagi, memberi pernyataan three magic words “i love you”.
Respon cewek bila tertarik sama cowok : “Wah..nggak kuat nih .. saya mendengar pengakuannya, ya sudah..saya terima aja.”
Bila tidak tertarik : ”TIDAK…TIDAK…TIDAK….wah kok situasinya makin gawat begini sih ?? Mendingan saya cari alasan buat nolaknya !! Aha..bilang aja..kalo saya sudah punya cowok!”

Cowok ngajak tunangan.
Respon cewek bila tertarik sama cowok : ”Akhirnya…saat berbahagia pun tiba !”
Bila tidak tertarik : ”Ah ..bilang aja kalau saya udah dijodohin..!!!”

Cowok ngajak menikah selama-lamanya.
Respon cewek bila tertarik sama cowok :”…..(maaf tidak bisa komentar..si cewek sedang menangis bahagia!)”
Bila cewek tidak tertarik : “Saya harus buru-buru kimpoi nih sama orang lain. Pokoknya seumur hidup saya nggak mau kimpoi sama ini cowok !! Dari dulu nyusahin saya aja !!”

Teori Awan Debu (van Weizsaecker)

Pada tahun 1940 seorang ahli astronomi Jerman bernama Carl von Weizsaeker mengembangkan suatu teori yang dikenal dengan Teori Awan Debu (The Dust-Cloud Theory).Teori ini kemudian disempurnakan lagi oleh Gerard P.Kuiper (1950),Subrahmanyan Chandrasekhar,dan lain-lain.

Teori ini mengemukakan bahwa tata surya terbentuk dari gumpalan awan gas dan debu.Sekarang ini di alam semesta bertebaran gumpalan awan seperti itu.Lebih dari 5 milyar tahun yang lalu,salah satu gumpalan awan itu mengalami pemampatan.Pada proses pemampatan itu partikel-partikel debu tertarik ke bagian pusat awan itu,membentuk gumpalan bola dan mulai berpilin.Lama-kelamaan gumpalan gas itu memipih menyerupai bentuk cakram yang tebal di bagian tengah dan lebih tipis di bagian tepinya.

Partikel-partikel di bagian tengah cakram itu kemudian saling menekan,sehingga menimbulkan panas dan menjadi pijar.Bagian inilah yang disebut matahari.

Bagian yang lebih luar berpusing sangat cepat,sehingga terpecah-pecah menjadi banyak gumpalan gas dan debu yang lebih kecil.Gumpalan kecil ini juga berpilin.Bagian ini kemudian membeku dan menjadi planet-planet dan satelit-satelitnya.

Pada Masa I, alam semesta pertama kali terbentuk dari ledakan besar yang disebut ”big bang”, kira-kira 13.7 milyar tahun lalu. Bukti dari teori ini ialah gelombang mikrokosmik di angkasa dan juga dari meteorit.
Awan debu (dukhan) yang terbentuk dari ledakan tersebut (gambar 1a), terdiri dari hidrogen. Hidrogen adalah unsur pertama yang terbentuk ketika dukhan berkondensasi sambil berputar dan memadat. Ketika temperatur dukhan mencapai 20 juta derajat celcius, terbentuklah helium dari reaksi inti sebagian atom hidrogen. Sebagian hidrogen yang lain berubah menjadi energi berupa pancaran sinar infra-red. Perubahan wujud hidrogen ini mengikuti persamaan E=mc2, besarnya energi yang dipancarkan sebanding dengan massa atom hidrogen yang berubah.
Selanjutnya, angin bintang menyembur dari kedua kutub dukhan, menyebar dan menghilangkan debu yang mengelilinginya. Sehingga, dukhan yang tersisa berupa piringan, yang kemudian membentuk galaksi (gambar 1b dan c). Bintang-bintang dan gas terbentuk dan mengisi bagian dalam galaksi, menghasilkan struktur filamen (lembaran) dan void (rongga). Jadi, alam semesta yang kita kenal sekarang bagaikan kapas, terdapat bagian yang kosong dan bagian yang terisi (gambar 1d).

Gambar 1a) awan debu (dukhan) yang terbentuk akibat big bang
Gambar 1b) hembusan angin bintang dari kedua kutubnya
Gambar 1c) galaksi yang terbentuk dari piringan bintang-bintang dan gas-gas pembentuknya
Gambar 1d) struktur filamen dari alam semesta yang bagaikan kapas